Lenovo S860 - ROW - 2GB RAM - Use ART
Jumat, 05 September 2014
7 Comments
Pada kesempatan ini, mantabagung membahas fitur baru pada Android KitKat, yaitu ART (Android Runtime), yang merupakan suatu sistem tentang dengan landasan aplikasi Android Anda berjalan nantinya. ART juga dipergunakan dalam Android L.
ART pada KitKat ini merupakan revolusi besar-besaran yang akan terjadi pada kinerja Android, meskipun hal tersebut kasat mata alias perubahan tersebut tidak akan nampak secara tampilan, karena ART bekerja di balik panggung.
Dengan ART, Google telah mengubah compiler untuk Ahead-Of-Time, yang pada dasarnya mengkompilasi semua data aplikasi sebelum kamu memulai menjalankan aplikasi dan ini memberikan pengalaman pengguna yang lebih cepat dengan kesempatan yang paling minimal yang menyebabkan Android Anda mengalami lag, atau bahasa jawanya “platat - pletot / rendet - rendet” atau bahasa yang sering didengar dalam Android yakni "laggy".
Sebenarnya telah dibenamkan pada Android Kitkat, tapi bukan secara default, karena beberapa alasan. Default-nya sih masih pakai Dalvik, tapi kamu bisa mengubahnya menjadi ART melalui langkah-langkah yang nanti akan kami beritakan.
Secara otomatis jika Anda memilih ART, ponsel akan restart. Setelah restart Anda dapat cek kembali apakah ART dipergunakan / mungkin kembali ke pilihan DALVIK (Default).
Jika ternyata pilihan kembali ke DALVIK, dipastikan Anda menginstal aplikasi GravityBox. Saat ini GravityBox belum menggunakan fitur ART. Mungkin sedang dikembangkan. Maka itu, uninstal GravityBox dan kembali melakukan langkah seperti diatas, jika Anda ingin mencoba "ART".
Apa itu ART (Android Runtime) ?
Sederhananya, ART adalah masa depan Android. ART adalah lingkungan runtime baru dan mesin virtual Android yang akan menggantikan Dalvik VM sepenuhnya. Dalvik VM sendiri seperti yang telah kita ketahui bersama adalah Virtual Machine yang telah digunakan oleh Google semenjak pertama kali Android keluar ke pasaran, sejak awal platform, Android telah menggunakan Just-In-Time (JIT) milik Dalvik untuk membangun cache pada aplikasi dan memberikan pengguna pengalaman yang smooth alias pergerakan yang halus.ART pada KitKat ini merupakan revolusi besar-besaran yang akan terjadi pada kinerja Android, meskipun hal tersebut kasat mata alias perubahan tersebut tidak akan nampak secara tampilan, karena ART bekerja di balik panggung.
Dengan ART, Google telah mengubah compiler untuk Ahead-Of-Time, yang pada dasarnya mengkompilasi semua data aplikasi sebelum kamu memulai menjalankan aplikasi dan ini memberikan pengalaman pengguna yang lebih cepat dengan kesempatan yang paling minimal yang menyebabkan Android Anda mengalami lag, atau bahasa jawanya “platat - pletot / rendet - rendet” atau bahasa yang sering didengar dalam Android yakni "laggy".
Sebenarnya telah dibenamkan pada Android Kitkat, tapi bukan secara default, karena beberapa alasan. Default-nya sih masih pakai Dalvik, tapi kamu bisa mengubahnya menjadi ART melalui langkah-langkah yang nanti akan kami beritakan.
Apa Keunggulan ART ?
- Loading yang cukup cepat
- Peningkatan daya baterai
- Multitasking yang lebih istimewa.
Cara mengaktifkannya ?
- Setting
- Developer options
- Select Runtime
- ART
- Reboot (automatic)
Secara otomatis jika Anda memilih ART, ponsel akan restart. Setelah restart Anda dapat cek kembali apakah ART dipergunakan / mungkin kembali ke pilihan DALVIK (Default).
Jika ternyata pilihan kembali ke DALVIK, dipastikan Anda menginstal aplikasi GravityBox. Saat ini GravityBox belum menggunakan fitur ART. Mungkin sedang dikembangkan. Maka itu, uninstal GravityBox dan kembali melakukan langkah seperti diatas, jika Anda ingin mencoba "ART".
























































